(5/5) Dulur, pada hari ini kita disini berkumpul bukan sebagai anak Kedok, anak PA, anak IPA ataupun IPS namun sebagai siswa yang peduli dan sayang pada SMA 6.

Kita telah melalui banyak hal yang telah terjadi di sekolah kita ini.

Dulur, akhir-akhir ini kita sering memakai emosi dalam menyelesaikan sesuatu.

Berprasangka dan saling tuding sering kita anggap wajar.

Kita sering membeda-bedakan, yang berbeda pendapat jadi musuh, yang beda jurusan jadi lawan.

Padahal kita masih sama-sama manusia bahkan dibawah bendera yang membanggakan, SMA Negeri 6 Surabaya.

Maka dari itu, Kami disini ingin berdoa bersama, ajang evaluasi diri dan dilakukan berlandaskan kecintaan kita pada SMAN 6. Untuk sementara bukan prestasi yang kita berikan ke SMAN 6 tapi kepedulian doa dan cinta.

Ya Allah,,, Kami disini pelajar, maka ajarkan kami tenggang rasa.

Buat kami mengerti arti kata “SIXERS MANIA, SATU JIWA, SATU HATI”.

Ya Allah,,, Kami disini bersaudara.

Tugas Saudara itu saling mengingatkan jika ada kekurangan, mendengarkan keluh kesah, dan membantu sesama saudara.

Ya Allah,,, bukakan pikiran kami.

Agar kami bisa memaknai saudara tidak hanya dimulut tapi juga di hati.

Ya Allah,,, Saudara kami sedang menghelat acara SMANAMCUP sebagai pembuktian bahwa kami disini berjuang untuk menjadi siswa yang peduli yang mampu mewujudkan mimpi. Tapi beberapa saudara kami sedang diuji melalui acara ini.

Jadikan perdebatan yang sedikit itu adalah hal yang wajar dan menjadi pijakan bagi saudara kami untuk melangkah ke depan.

Ya Allah,,, kami belum mampu bertaruh darah,

tapi demi SMAN 6, kami tak kenal kata menyerah.

Jadikan kami manusia yang bisa mempertanggungjawabkan perkataan dan perbuatan kami.

Amiin..

Acara dibalik spontanitas para siswa SMAN 6 Surabaya tak henti-hentinya dilakoni sixers akhir-akhir ini. Namun itu semua rela dilakoni mereka demi sekolah tercinta ini.

Panas terik matahari menyeka tubuh. Tetes keringat menetes lambat namun pasti. Itulah yang dirasakan oleh dulur sixers kita. Tepat bel istirahat kedua, SMAN 6 Surabaya dihebohkan dengan panasnya aura siang itu. Kata demi kata di atas adalah persembahan tulus mereka untuk sixers. Mereka berkumpul membentuk formasi bundar saling menggandeng tangan masing-masing, tanda sebuah persaudaraan dan membuat sebuah titik pusat berhiaskan bubur merah di atasnya.

“Bubur merah ini adalah sebagai tanda simbolik dari kita untuk SMAN 6”,demikian kata seorang juru bicara dalam syukuran tersebut, Wasiatul Fikriyah. Meski dihujat cercaan dari suatu komunitas yang kurang menyetujui acara tersebut, dulur tetap melanjutkan acara. Momen tak hanya berhenti saat itu, acara dilanjutkan saling suap menyuap satu sama lain. Demi sixers mereka lantang melakukan itu. How about we ???

(fau/doth)