Tahukah kalian apa itu styrofoam ? Styrofoam adalah bahan pengemas yang sering dipakai sebagai wadah makanan. Baik pedagang di pinggir jalan, restoran fast food hingga restoran yang high class. Memang praktis apabila kalian membungkus makanan dengan styrofoam tapi yang namanya praktis-praktis pasti ada juga bahayanya dong. Nah, bahaya styrofoam ini gak cuma satu atau dua. Tapi buaanyaaaaaak sekali bahayanya dan sangat-sangat dangerous bagi kesehatan tubuh.

Mau tahu bahaya styrofoam itu apa aja ?

1. Memicu munculnya penyakit kanker.

Suatu riset menjelaskan bahawa di dalam bahan pembungkus makanan tersebut ditemukan kandungan dioctyl phthalate (DOP) yang menyimpan zat benzen, suatu larutan kimia yang sulit dilumat oleh sistem percernaan. Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses (kotoran) atau urine (air kencing). Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut lemak. Inilah yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.

2. Mengganggu sistem syaraf.

Benzana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah.

3. Mudah terinfeksi.

Kemudian efek dari styrofoam adalah sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan. Dan yang paling berbahaya, zat ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.

4. Menimbulkan lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi bagi makanan.

Bila terkena suhu tinggi, pigmen styrofoam akan bermigrasi ke makanan. Bila makanan yang baru digoreng ditempatkan di kantong plastik, suhu minyak yang tinggi akan menghasilkan kolesterol atau lemak jenuh yang tinggi pula yang mudah larut dengan bahan dasar Styrofoam, styren.

Styren, bahan dasar styrofoam, memang bersifat larut lemak dan alkohol. Karena itu, wadah dari jenis ini tidak cocok untuk tempat susu yang mengandung lemak tinggi. Begitu pun dengan kopi yang dicampur krim. Padahal, tidak sedikit restoran cepat saji yang menyuguhkan kopi panasnya dalam wadah ini.

Makanan yang mengandung vitamin A tinggi sebaiknya juga tidak dipanaskan di dalam wadah styrofoam, karena styrene yang ada di dalamnya dapat larut ke dalam makanan. Pemanasan akan memecahkan vitamin A menjadi toluene. Toluene inilah pelarut styren.

5. Merusak lingkungan.

Selain berbahaya bagi tubuh, styrofoam juga berbahaya buat lingkungan.

Karena tidak bisa diuraikan oleh alam, styrofoam akan menumpuk begitu saja dan mencemari lingkungan. Styrofoam yang terbawa ke laut, akan dapat merusak ekosistem dan biota laut.

Beberapa perusahaan memang mendaur ulang styrofoam. Namun sebenarnya, yang dilakukan hanya menghancurkan styrofoam lama, membentuknya menjadi styrofoam baru dan menggunakannya kembali menjadi wadah makanan dan minuman.

Nah bahaya banget kan si styrofoam ini ? Makanya kita harus mengurangi penggunaan styrofoam seminimal mungkin dengan cara tidak terlalu sering membeli makanan dan minuman cepat saji.

(firsta)