Ilustrasi

Ingin tahu rahasia cinta yang langgeng? Orang yang lajang dan sedang mencari cinta terlalu banyak menaruh tekanan pada penampilan dan daya tarik dalam mencari pasangan yang sempurna buat mereka, demikian hasil penelitian yang disiarkan sebelum Hari Valentine.

Satu analisis yang disiarkan oleh jejaring “daring” (dalam jaringan) eHarmony memperlihatkan apa yang bagi orang menarik pada diri calon pasangan mungkin kualitasnya sama saja dengan yang membuat persahabatan berjalan baik, pelajaran yang diperoleh oleh mereka yang telah menikah.

Misalnya, perempuan jomblo yang berusia di bawah 45 tahun 13 kali lebih mungkin dibandingkan dengan perempuan yang menikah dan berusia 45 tahun untuk menekankan pentingnya perasaan tertarik dan gairah pada pasangan mereka.

Perempuan lajang yang berusia di atas 45 tahun hampir dua kali lebih mungkin untuk menekankan pentingnya cinta, dibandingkan dengan sebaya mereka yang berrumah tangga –yang lebih mungkin untuk menyebutkan kebersamaan.

“Kami tahu apa yang membuat kami tertarik. Itu mudah dilihat. Namun tantangan untuk menemukan seseorang yang menarik dapat membayangi apa yang sangat penting dalam jangka panjang,” kata Gian Gonzaga, Direktur Senior Penelitian dan Pengembangan di perusahaan yang berpusat di California, Amerika Serikat tersebut.

EHarmony membandingkan jawaban dari 598.000 pengguna yang terdaftar di jejaringnya, sebagian sebelumnya pernah menikah dan sebagian lagi tak pernah berumah tangga, mengenai kualitas yang dicari pada diri calon pasangan mereka.

Bujangan yang tak pernah menikah cenderung untuk lebih menekankan pada penampilan fisik, daya tarik dan kepribadian seorang pasangan.

Sementara orang lajang yang pernah berumah tangga memusatkan perhatian pada keintiman emosi, nilai dan kepercayaan seseorang serta kemampuannya dalam menyelesaikan konflik, serta kecocokan seksual.

“Studi tersebut memperlihatkan bahwa orang jomblo cenderung memusatkan perhatian pada aspek emosi hubungan dan tak memusatkan perhatian sama banyaknya pada kemampuan dan ketentuan yang diperlukan untuk membuat hubungan jangka-panjang jadi lebih kuat,” kata Gonzaga.

Satu jajak pendapat yang menyertai atas 2.020 orang dewasa di Amerika Serikat oleh Opinion Research Corporation bagi eHarmony, yang didirikan pada 2000 dan tersedia di Kanada, Australia serta Inggris mendukung temuan itu, kata Gonzaga.

“Luar biasa untuk tertarik pada pasangan anda, tapi jika anda tidak cocok, jika anda tak berbagi sifat penting yang menggaris-bawahi, anda akan terbentuk masalah di jalan,” kata Gonzaga sebagaimana dilaporkan oleh Reuters Health.

Hari Valentine termasuk di antara saat paling sibuk sepanjang tahun bagi laman kencan “daring”, kata Greg Blatt, CEO jejaring Match.com, yang beroperasi di 24 negara dengan menggunakan 15 bahasa.

“Perlunya akan cinta dan hubungan selalu ada, tapi saya kira ada masa tertentu di dalam kalendar saat orang yang tak memiliki hubungan dan ingin merasakannya secara mendalam,” katanya.

“Itu cenderung ada selama akhir masa liburan selama Hari Valentine sampai musim semi. Itu adalah ketika anggota kami paling melonjak,” katanya.

Sumber : kompas.com