Hari Sabtu, 27 Juni 2009 lalu, bisa jadi hari yang paling terkenang bagi para siswa kelas XII SMAN 6 Surabaya. Karena, hari Sabtu kemarin merupakan hari wisuda mereka setelah dinyatakan lulus 100 %. Acara yang diselenggarakan di lapangan SMAN 6 Surabaya tersebut merupakan hasil kerjasama antara OSIS, para siswa kelas XII, beserta dewan guru.

Wisuda kali itu dapat dikatakan sukses. Meski begitu, berdasarkan wawancara saya dengan Ketua OSIS SMAN 6 Surabaya, Fajar Dzikri, proses persiapan pelaksanaan wisuda tersebut tidak mudah. Persiapannya pun hanya dalam kurang lebih 2 minggu saja.

Dalam mencapai kesepakatan, OSIS, para siswa kelas XII, dan dewan guru mengadakan rapat. Setelah, didapatkan kesepakatan, mereka pun mulai bekerja. Tapi, untuk melakukannya tidak semudah itu. Karena, mereka mengalami kesulitan dalam menggerakan SDM yang mereka miliki. Bagaimana tidak, persiapan wisuda tersebut bertepatan dengan hari free (-bebas pelajaran-), setelah ujian akhir semester selesai dilaksanakan. Alhasil, banyak SDM yang memilih berlibur daripada datang ke sekolah untuk melakukan persiapan wisuda. Kerja pun menjadi terhambat.

Tidak hanya pada awal bekerja, kendala juga muncul pada H -1 acara wisuda. Pemasangan panggung dan lainnya memakan waktu yang sangat lama, karena tenaga kerja yang tersedia hanya 5 orang. Selain itu, pada malamnya, Fajar, mendapat informasi dari anggota J- Club (ekstrakurikuler Jepang), bahwa tim Yosakoi (tarian khas Jepang) mereka tidak dapat tampil pada acara wisuda. Fajar sempat bingung mendapatkan informasi yang mendadak tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk “melompati” jadwal tampilnya Yosakoi.

Begitu banyaknya kendala-kendala yang didapatkan, membuat mereka butuh kerja keras dalam wisuda kali ini. Tapi meski begitu, acara wisuda yang terselenggara tidak mengecewakan. Bahkan, bagi Fajar, acara tergolong lancar dan sesuai jadwal. Acara yang menghabiskan dana ± 20 juta rupiah ini pun dapat selesai dalam waktu sekitar 5 jam saja.

By : Risk