1026176pRabu, 8 April 2009 | 11:08 WIB Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengajak segenap elemen masyarakat untuk mengawasi 10 titik rawan dalam penyelenggaraan pemungutan suara Pemilu 2009, Kamis (9/4), yang memungkinkan suara masyarakat dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu. Dalam aksi yang digelar di Bundaran HI, Rabu, Bawaslu dan 13 elemen pemantau serta satu institusi pendidikan menyerukan “Sepuluh Awas” dengan membagi-bagikan selebaran dan bunga kepada masyarakat yang melintas di Bundaran HI. Seruan dalam aksi yang disebut dengan Deklarasi Siap Mengawasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2009 ini berisi ajakan untuk mengawasi: 1. Bagi-bagi uang untuk mempengaruhi pemilih (politik uang). 2. Intimidasi (ancaman dan atau tindakan kekerasan lainnya). 3. Netralitas petugas penyelenggara pemilu (KPPS dan Panwas Lapangan). 4. Netralitas petugas keamanan TPS dan polisi. 5. Hak pilih Anda dan masyarakat di lingkungan Anda. 6. Atribut kampanye (parpol dan caleg) tak boleh ada di lingkungan TPS. 7. Pemilih ganda (memilih lebih dari satu kali). 8. Tidak tersedianya surat suara, tinta, dan logistik pemilu lainnya sesuai dengan kebutuhan. 9. Proses penghitungan suara dan rekapitulasi perolehan suara tidak berlangsung secara terbuka. 10. Majikan tidak memberikan kesempatan hak pilih kepada buruh. Bawaslu meminta masyarakat yang menengarai adanya pelanggaran-pelanggaran di atas untuk melaporkannya kepada Bawaslu melalui SMS Center 081288683527 atau telepon 021-3905889. “Identitas pelapor akan dirahasiakan,” ujar anggota Bawaslu, Wahidah Suaib.