Seorang siswa menemukan sebuah kepompong dan membawanya ke dalam ruang laboraturium. Dan guru menempatkan kepompong itu dalam aquarium yang tidak terpakai dengan sebuah lampu yang menyala agar kepompong itu tetap hangat. Setelah satu minggu satu makhluk kecil mulai muncul dari dalam kepompong itu. Para siswa menyaksikan bagaimana makhluk kecil itu mulai bergerak. Tiba-tiba muncul antena kecil, kemudian disusul dengan kepala dan kaki depan yang kecil. Di sela-sela jam pelajaran, para siswa diminta untuk mengecek perkembangan kepompong itu. Pada jam makan siang tampak bahwa makhluk kecil itu mengalami kesulitan untuk bergerak. Lama kelamaan gerakan itu terhenti. Nampaknya, kupu-kupu itu tidak bisa keluar melalui ang lubang kecil pada kepompongnya. Akhirnya, salah seorang siswa memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu keluar dari kesulitannya. Ia kemudian mengambil sebuah gunting dari meja, merobek kulit kepompong dan mengelurkan sesuatu seperti serangga. Sebelah atas menyerupai kupu-kupu dengan sayap yang lunak, sedangkan sebelah bawah yang baru keluar dari kepompong, lebar dan bengkak. Binatang semacam kupu-kupu atau ulat itu tidak pernah dapat terbang dengan sayap-sayapnya yang lunak. Ia hanya berputar-putar mengitari aquarium dengan sayap dan badannya yang bengkak. Dan dalam waktu yang sangat singkat binatang itu sudah mati.

Pada hari berikutnya, Guru Biologi menerangkan bahwa perjuangan kupu-kupu untuk keluar dari celah yang sempit pada kepompong perlu memaksa cairan dari tubuhnya yang lunak mengalir ke sayap agar binatang itu kuat untuk terbang. Maka sayap itu tidak pernah berkembang sehingga kupu-kupu itu tidak bisa terbang.

Apa yang terjadi pada kupu-kupu, terjadi juga pada diri kita sebagai manusia. Kita tidak dapat melawan Hukum Penciptaan. Tanpa perjuangan maka segala sesuatu dalam kehidupan kita tidak pernah berkembang.
Sekalipun Tuhan telah memberikan hidup, tetapi Tuhan senantiasa menyelenggarakan hidup manusia melalui berbagai peistiwa dan pengalaman. Hal itu dilakukan oleh Tuhan agar hidup itu berjalan dan mendatangkan kebahagian manusia.

Ulat sebelum menjadi KepompongUlat sebelum menjadi Kepompong Kita sebagai makhluk Tuhan wajib untuk bersyukur atas kemampuan dan talenta yang khusus walaupun berbeda antara satu dengan lainnya. Akhirnya semua manusia dipanggil untuk menemukan kemampuan atau talentanya serta mengembangkannya sehingga menghasilkan buah dalam hidupnya.

Kupu-Kupu

Kupu-Kupu

Untuk belajar tidak hanya diperlukan kemampuan atau bakat, tetapi juga sikap terbuka, merasa butuh, dan bersedia belajar. Tanpa sikap yang benr, kemampuan atau talenta tidak akan banyak berperan.

B’GyTta