Banyak orang, terutama remaja, yang langsung berpikiran negatif ketika mendengar kata “seks”. Biasanya, mereka semata-mata berpikir bahwa kata “seks” sama artinya dengan berhubungan intim, urusan suami-istri, bahkan DOSA !!! Banyak juga yang menganggap bahwa seks adalah suatu hal yang hanya boleh diketahui orang dewasa dan telah menikah, sedangkan remaja seperti kita tidak boleh.

Wah, wah padahal makna seks sendiri tidak ada hubungannya dengan hal-hal kotor dan tabu untuk dibicarakan, lo. Seks justru merupakan suatu hal yang alami dan kodrati. Seks adalah jenis kelamin. Seks menyangkut pikiran, perasaan, sistem nilai, sosial-budaya, dan hukum yang membentuk menjadi satu kesatuan dalam memandang diri kita (identitas seks), bagaimana berperan sesuai dengan identitas seks (peran jenis kelamin/gender). Semuanya menjadi bagian yang menyatu menjadi sebuah sistem.

Siklus kehidupan manusia pun tidak lepas dari siklus seksual. Buktinya, saat kita lahir, yang dilihat pertama kali adalah jenis kelamin kita. Lalu saat memasuki masa remaja, perempuan mengalami menstruasi, sedangkan laki-laki mengalami mimpi basah, dan pada masa itu, kita juga mulai mengalami perkembangan pada organ seks. Hingga tua pun, kita masih mengalami siklus seksual, misalnya saja menopause. Nah, kalau begini, tidak terbukti ‘kan, bahwa membicarakan seks sama dengan membicarakan hal yang jorok ?

Berangkat dari sini, mari kita hilangkan persepsi bahwa “seks” adalah hal kotor, tabu, dan yang lebih parah lagi adalah hal yang berdosa. Karena, seks adalah bagian dari kehidupan kita yang sangat alami dan kodrati. Ketika pandangan kita mengenai kesehatan reproduksi dan seksual sudah menjadi lebih positif, maka akan memberikan ruang bagi kita semua untuk mendapatkan informasi mengenai bagaimana memahami perkembangan diri dan melindungi diri dari risiko reproduksi dan seksual yang tidak sehat. Betul ??

Sumber : http://blog.360.yahoo.com/blog-osrreT4hcLPoV6BPW.jEug–?p=314