Majalah Kreasi Siswa 6ers’ OnLine

Astronot Minum Air Seni Didaur Ulang

Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 29, 2009

1338084pJumat, 22 Mei 2009 | 13:31 WIB

HOUSTON, KOMPAS.com — Para astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) untuk pertama kali minum air hasil daur ulang air seni sendiri.

Para awak menggunakan apa yang disebut Water Recovery System, yaitu alat seharga 250 juta dollar AS. “Kontrol misi NASA memberi air minum dari urine yang telah didaur ulang kepada astronot Ekspedisi 19 di Stasiun Ruang Angkasa Internasional,” bunyi pernyataan NASA, Kamis (21/5).

Komandan Rusia Gennady Padalka, awak Mike Barratt dari Amerika serta Koichi Wakata dari Jepang merayakan keberhasilan uji coba itu dengan meminum bersama-sama air hasil daur ulang itu. “Rasanya luar biasa,” kata Barratt.
ONO
Sumber : AP

Aneh-aneh Saja Ada Mobil Bertenaga Coklat

Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 29, 2009

0229406pRabu, 6 Mei 2009 | 02:29 WIB LONDON, KOMPAS.com – Alternatif bahan bakar ramah lingkungan bisa dari bahan apa saja bahkan yang mungkin tak terpikirkan sama sekali sebelumnya. Kalau di Indonesia pernah diperkenalkan jelantah atau minyak goreng bekas pakai sebagai bahan bakar mobil, di London, Inggris para ilmuwan menggunakan coklat sebagai bahan bakar. Mobil bertenaga coklat itu untuk pertama kalinya diperkenalkan Selasa (5/5). Jangan berpikir yang dipakai adalah cokelat batangan karena harganya bisa selangit. Yang mereka gunakan adalah limbah coklat dari pabrik yang selama ini dibuang dicampur minyak nabati sebagai biofuel. Tidak hanya bahan bakarnya yang ramah lingkungan, mobil tersebut juga dibuat dari serat tumbuh-tumbuhan yang tak beracun. Misalnya, ban terbuat dari serat wortel dan akar-akaran, tempat duduknya dari campuran rami dan busa minyak kedelai. Body-nya pun dari serat tumbuh-tumbuhan. Kecepatan lajunya tak kalah dengan mobil pada umumnya. Pada pengujian saat ini baru dikebut 96 kilometer perjam namun saat diuji coba di jalur belapan diharapkan mampu menembus kecepatan 232 kilometer perjam. Mobil yang diberi nama “WorldFirst Formula 3 racing” car itu memang akan digunakan dalam balapan European Grand Prix dan Britain’s Goodwood Festival of Speed. WAH Sumber : AP

Inilah Obyek Tertua di Alam Semesta Saat Ini

Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 8, 2009

0809244pRabu, 29 April 2009 | 08:01 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Satelit Swift milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) merekam obyek tertua dan terjauh yang berhasil terekam sejauh ini. Obyek tersebut berupa ledakan energi dari sebuah bintang yang mati.

Keberadaan obyek tersebut terdeteksi pertama kali pada 23 April lalu. Swift merekam pancaran sinar gamma yang diperkirakan dari ledakan yang menghasilkan radiasi tinggi.

Stasiun Bumi kemudian diarahkan untuk mengamati cahaya pendar di sekitarnya yang terbentuk sebagai hasil radiasi. Ledakan tersebut hanya berlangsung sekitar 10 detik dan terjadi pada 630 juta tahun sejak alam semesta diperkirakan terbentuk.

Hasil perhitungan menunjukkan cahaya pendar yang terekam telah menjelajahi antariksa selama 13,1 miliar tahun cahaya hingga terekam saat ini. Usia obyek tersebut lebih tua dari rekor obyek tertua sebelumnya, 100-200 ratus juta tahun.

Pakar astrofisika NASA, Neil Gehrels, menyatakan, ledakan bintang mati tersebut akan menghasilkan lubang hitam. Umur bintang itu sendiri diperkirakan sejuta tahun dan ukurannya 30 kali Matahari saat meledak.
WAH
Sumber : AP

Daniel Radcliffe Bugil Dalam Film Harry Potter Terbaru

Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 8, 2009

E5Wf2oaPrA
LONDON – Daniel Radcliffe pemeran Harry Potter akan tampil bugil dalam salah satu adegan film sekuel Harry Potter terbaru. Daniel mengaku tidak masalah dengan adegan tersebut.

Dalam film terbaru Harry Potter yang berjudul Harry Potter and the Deathly Hallows, Daniel akan melakukan adegan telanjang. Namun, dia tak pernah menyangka jika dalam adegan tersebut, dia harus benar-benar telanjang tanpa menggunakan sehelai benang pun.

“Saya pikir saya masih akan menggunakan celana dalam, ternyata tidak,” ungkap Daniel seperti dikutip dari The List, Sabtu (16/8/2008).

Ketika disingung, apakah dirinya tidak malu pada fansnya dengan melakuakn adegan tersebut, pria yang diidolakan remaja di seluruh dunia ini mengaku tidak mengkhawatirkan para penggemarnya tersebut.

Film ini rencananya akan di rilis pada 17 Juli 2009 mendatang. (fin)

Mengisolasi Diri Gara-gara Flu Babi

Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 4, 2009

2049451pKamis, 30 April 2009 | 06:37 WIB
KOMPAS.com — Cecilia Inez Lopez (9) duduk di depan televisi selama sembilan jam dalam satu hari. Bibinya yang berusia 16 tahun, Ilse, menghabiskan waktu dengan berkirim pesan singkat kepada teman-temannya. Selama lima hari ini kedua gadis itu hanya bisa melihat kehidupan sehari-hari lingkungan sekitarnya melalui jendela rumah. Kedua orangtua mereka—seperti halnya mayoritas warga di Mexico—melarang mereka keluar rumah gara-gara kasus virus flu babi.

”Kami seperti singa di dalam kandang. Hanya bisa duduk-duduk di sini sepanjang hari sambil mendengarkan berita tentang virus itu. Kalau di dalam rumah terus selama seminggu atau lebih, kami bisa jadi depresi atau gila,” kata nenek Cecilia, Constancia Sosa (52).

Bagi keluarga Lopez yang semuanya berjumlah enam orang, rumah mungil seluas 16 meter persegi di kawasan perumahan kelas menengah ke bawah seakan terasa seperti bungker. Sosa mengaku tidak tahan lagi dengan kelakuan anak perempuannya, Ilse. Sejak sekolah ditutup, Ilse giat berlatih tarian tradisional Meksiko di ruang keluarga. Tarian yang banyak menggunakan entakan kaki itu hampir membuatnya gila karena Ilse berlatih di tengah ruang keluarga. Jika tidak berlatih tarian, Ilse sibuk berbicara di telepon atau SMS teman-temannya.

Sosa juga tidak tahan lagi dengan kelakuan Cecilia dan adiknya yang berusia 10 tahun yang sering naik turun tangga karena tidak ada kegiatan lain. Mereka tidak boleh keluar rumah. Hanya ayah Cecilia yang boleh keluar rumah karena harus bekerja, belanja makanan, serta membeli penutup mulut dan hidung.

”Bukan salahku. Saya bosan karena tidak ada yang bisa dikerjakan. Paling hanya main, nonton televisi, dan tidur,” kata Cecilia.

Mexico yang berpenduduk 20 juta jiwa itu telah mengisolasi diri sejak kasus flu babi merebak. Imbauan pemerintah intinya untuk mengantisipasi kian meluasnya penyebaran virus H1N1 ini. Masalahnya, sebagian besar warga khawatir jika sekolah, bioskop, dan kafe ditutup, lama-kelamaan orang bisa menjadi gila. Pasalnya, orang biasanya menghabiskan waktu luang dengan menonton film atau sekadar mengobrol di kafe.

Pemerintah Mexico sejak Selasa lalu melarang sebanyak 25.000 restoran melayani konsumen yang datang, tetapi masih boleh membuka layanan pesan antar. Alasannya, orang bisa tertular flu babi dari orang lain yang sama-sama makan di restoran itu. Bukan hanya itu, pusat kebugaran (gym), kolam renang, dan tempat bermain biliar pun harus ditutup. Tempat hiburan malam, museum, kebun binatang, serta tempat wisata, termasuk piramida suku Maya dan Aztec, juga ditutup tanpa batas waktu yang jelas. Sementara itu, sekolah baru akan dibuka kembali pada 6 Mei. Itu pun jika situasi dianggap sudah membaik.

Pasar La Merced juga sepi. Padahal, biasanya ribuan orang berjubel di dalam pasar itu. ”Saya lebih takut barang dagangan saya tidak laku daripada dengan virus itu. Dari mana saya dapat uang untuk makan,” kata Jaime Blas (50) yang menjual biji labu dan kemiri sambil mengenakan masker penutup mulut.

Sementara itu, penjual buah alpukat, Rodrigo Antonio Rebollo (39), mengaku tidak punya uang lagi untuk membeli susu. Sebagai pengganti, ketiga anaknya terpaksa minum susu kedelai dan kopi pemberian teman-temannya. (AP/LUK)

Sumber : Kompas Cetak

Meski Ada BOS, Siapa Bilang Sekolah Gratis?

Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 4, 2009

1313482pSelasa, 28 April 2009 | 13:14 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Siwi Yunita Cahyaningrum

CIREBON, KOMPAS.comMeski dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dinaikkan dari Rp 254.000 menjadi Rp 400.000 untuk siswa SD/MI di kota dan Rp 397.000 untuk siswa di kabupaten, sejumlah orangtua siswa mengaku masih ditarik berbagai iuran yang belum tentu bermanfaat bagi siswa.

Adapun pemerintah daerah menyatakan, dana untuk pendidikan masih minim meski alokasi anggaran APBD sudah lebih dari 20 persen.

Sejumlah orangtua siswa, Senin (27/4), mengeluh dengan pengeluaran sekolah anak. Meski dikampanyekan sekolah gratis, ternyata masih ada berbagai pungutan yang disodorkan kepada orangtua siswa.

Erna Priani, orangtua siswa yang menyekolahkan anaknya di SD Singaraja I, Kabupaten Indramayu, mengatakan, ia terpaksa membeli seragam batik baru, padahal seragam lama masih bisa dipakai. “Seragam batiknya ganti warna. Jadi, siswa mau tidak mau harus beli lagi yang baru,” katanya sambil menunjukkan beberapa kuitansi pembayaran.

Sekolahnya juga menarik dana paving block. Meski orangtua keberatan, iuran dipotong dari tabungan sekolah.

T Sulton, orangtua dari siswa yang bersekolah di salah satu SD negeri di Kota Cirebon, mempertanyakan pembelian buku sekolah. Menurut dia, pembelian buku bisa mencapai Rp 300.000 dan buku tersebut mau tidak mau harus dibeli di sekolah karena tidak ada di toko buku.

Peneliti Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah O’ushj Dialambaqa mengungkapkan, sejumlah kebijakan sekolah tidak meringankan orangtua siswa. Ia juga menemukan bahwa biaya pengayaan tingkat SMP di Kabupaten Indramayu mengurangi dana BOS. Padahal, seharusnya pengayaan itu merupakan kewajiban sekolah dan guru sehingga tidak diperlukan biaya tambahan untuk program tersebut.

O’ushj juga menyoroti dana praujian nasional di tingkat SMP sebesar Rp 37.500 per siswa di tingkat kecamatan dan kabupaten. Ia menyebutkan, biaya pra-UN semestinya tidak semahal itu. “Berapa sih harga fotokopi soal dan biaya lain-lainnya. Kalau dikalikan jumlah siswa, angka itu akan sangat besar,” katanya.

Belum cukup

Mengenai pungutan yang tidak efektif, Kepala SDN Singaraja I Mufrodi membantah adanya pungutan untuk siswa. “Kalau seragam, boleh kok beli di mana saja. Batik yang kami pakai ada di pasaran,” katanya.

Pemerintah Kota Cirebon sendiri mengakui, sekolah yang benar-benar gratis belum bisa direalisasikan. Menurut Wakil Wali Kota Cirebon Sunaryo, dana BOS dan APBD hanya bisa mencukupi biaya sekolah. Namun, perbaikan sekolah, seragam, ataupun buku tambahan belum bisa dipenuhi semua. “Alokasi dana pendidikan di APBD kota sudah lebih dari 20 persen, tetapi itu pun masih belum cukup. Bertahap alokasi itu akan kami tambah dari tahun ke tahun,” paparnya. Kondisi yang sama terjadi di Kabupaten Cirebon.

Dudung Mulyadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, mengatakan, tujuan BOS adalah mengurangi siswa putus sekolah karena tidak ada biaya. Namun, untuk pengembangan siswa, sekolah tetap butuh biaya, misalnya untuk ekstrakurikuler atau membangun lapangan basket.

“Karena orangtua siswa sudah telanjur menuntut gratis, beberapa program yang positif untuk siswa justru tidak bisa jalan,” ujarnya.

Menurut Dudung, sistem subsidi silang seharusnya bisa menjadi solusi agar siswa yang miskin bisa bersekolah dan program pengembangan siswa dapat berjalan. Sayang, program ini tidak bisa dilakukan karena belum tentu disepakati semua orangtua siswa dan tidak ada aturan khususnya. (NIT)

Sumber : Kompas Cetak


Tag:

1 Kawasan, 3 Tempat Sekaligus

Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 1, 2009

FM 100 , Suara Surabaya , News-interaktif-soluktif”, coba cermati baik-baik, lantunan ini mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Bahkan jika kita berpaling, banyak diantara kalangan orang tua, hafal lantunan tersebut. Ya, that’s right, itu adalah slogan dari stasiun radio Suara Surabaya FM.

kk64271_clip3

Tanggal 23 April 2009, makrisa (Majalah Kreasi Siswa) SMAN 6 Surabaya mendapat kehormatan untuk bertandang ke markas SS FM. Sebanyak 15 orang telah bersiap terbang ke SS FM. Kedatangan makrisa disambut dengan baik oleh radio yang kerap dipanggil SS ini. Suka cita dan canda tawa dari arek makrisa tak luput dari acara tersebut. Pertama kali tiba, makrisa sudah disodorkan dengan berbagai macam ruang yang telah penuh dengan orang serba sibuk. Untuk pertama, makrisa dijajal untuk melihat-lihat situasi di ruang penyiar diikuti dengan beberapa gatekeeper (gatekeeper=penjaga pintu (informasi) sebelum on air) . Beberapa dari anggota ekskul ini menyatakan rasa terkagum-kagum ketika melihat kinerja para penyiar sewaktu on air. “Para pekerja disini sangat ulet, teliti, dan profesional”, kata Fauziah, salah satu anggota makrisa. Memang stasiun radio ini sebenarnya cocok bagi pendengar berusia 20 tahun ke atas. Acara radionya rata-rata berkomposisi tentang lalu lintas jalan dan berita hangat. “Kalaupun lagu, radio ini hanya menyajikan 2 lagu setiap kali siaran.”,jelas karyawan di SS FM.

Yang menarik, kawasan ini terdiri dari 3 badan usaha yang sama tujuannya yaitu mencari informasi tetapi berlainan bidang. Antara lain SS FM 100 MHz, GIGA FM 99,6 MHz, dan SCG (Surabaya City Guide),majalah dwi bulanan suara Surabaya. Di markas GIGA FM, makrisa dijelaskan tentang keunikan yang beda dari SS FM sebelumnya. GIGA hanya menyajikan informasi tentang wanita dan penyajian lagu lebih banyak dibandingkan SS FM. Radio yang berfrekuensi 99,6 MHz ini, sangat cocok sekali bagi pendengar wanita usia 20 tahun ke atas.

Di finalnya, makrisa berkunjung ke markas SCG (Surabaya City Guide) ,tempat pembuatan majalah di SS yang tergabung dalam Suara Surabaya Media. Majalah ini banyak mengupas tentang keelokan wisata di kota yang menjadi ibukota Jawa Timur ini. Dimulai dari wisata tradisional hingga mencapai tahap bintang 5 alias internasional. Uih, hebat ya. Majalah ini sangat membantu bagi para turis baik asing maupun domestik. Berguna juga bagi pelajar yang ingin menambah wawasan tentang wisata di Surabaya. Makrisa disambut oleh Akmad Zainal Alim ,selaku Pimred SCG. Kakak yang sering dipanggil kak Alim ini, banyak sekali menjelaskan tentang bagaimana cara membuat majalah yang sesuai di mata pembaca. Benar-benar klop banget buat makrisa kedepannya. Makrisa pun juga diizinkan mengunjungi bagian desain grafis. Di bagian ini kami dijelaskan 7 tips mendesain yang baik dan juga software yang cocok bagi pendesain majalah pada umumnya.

Di akhir acara, kami diberi presentasi dari tim marketing SS media. Kami juga diizinkan untuk bertanya-tanya lebih dalam mengenai majalah SCG. Selesai acara, kami mendapat souvenir kenang-kenangan berupa notes, bolpoin, dan majalah SCG. Jeprat-jepret foto mengakhiri kebersamaan kami. Thanks very much to Suara Surabaya ! Wish all the best for you !… (fau)

by.Fauziah

Katakanlah….

Semua Untuk Satu Satu Untuk Semua

Foto Makrisa

P1010369

P1010357

P1010347

BEST WRITERx

HUNTING DIKLAT2x

HUNTING DIKLATx

More Photos

deadline

November 2009
M S S R K J S
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

RSS download

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Database tulisan

Blog Stats

  • 16,494 hits