Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Desember 17, 2008
MAKRISA (Majalah Kreasi Siswa) adalah nama majalah sekolah SMA Negeri 6 Surabaya. MAKRISA juga merupakan sebuah ekskul Jurnalistik dan Fotografi di sekolah ini. Kemudian, MAKRISA memutuskan untuk mengembangkan kreasi menjadi sebuah magazine online, yang fungsinya kurang lebih sama dengan majalah sekolah, yaitu menjadi wadah kreativitas seluruh siswa SMA Negeri 6 Surabaya.
Meskipun MAKRISA online ini masih merupakan salah satu tahap pembelajaran kami, tapi kami yakin bahwa kami sanggup menjadi magazine online yang bermanfaat. Keputusan membuat magazine online ini juga menjadi suatu tantangan baru dan tanggung jawab besar bagi kami. Seperti yang kita tahu, magazine online berbeda dengan majalah sekolah. Pada magazine online, kami dituntut untuk lebih disiplin dan membuat artikel yang lebih bagus lagi. Karena, magazine online ini tentunya harus update dan menarik untuk dilihat dan dibaca oleh masyarakat luas, tidak hanya warga sekolah kami saja.
Tujuan kami ingin menjadi magazine online, yang pertama, adalah tentunya kami ingin mengembangkan kemampuan kami di bidang jurnalistik dan fotografi. Selain itu, kami juga ingin masyarakat luas mengenal MAKRISA dan SMA Negeri 6 Surabaya kepada masyarakat luas dan salah satu cara efektifnya adalah secara online. Kami juga ingin memberikan sarana untuk menyalurkan kreativitas bagi seluruh siswa SMA Negeri 6 Surabaya. Karena majalah sekolah kami hanya terbit setiap 6 bulan sekali. Dengan adanya magazine online ini, tentu para siswa dapat menyalurkan karya-karyanya lebih banyak lagi bukan ?
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juli 10, 2009
Ada yang berbeda dengan suasana di sekolah kami pada (27/6). Sama sekali tidak ada siswa berseragam sekolah untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang memang sudah dijadwalkan pada hari Sabtu setiap minggunya. Pak Satpam yang setiap harinya mengenakan seragam ketika bertugas pun tampak berbeda, mereka justru mengenakan baju batik. Di pintu gerbang pun juga terdapat gapura buatan yang dililiti dengan bunga-bunga.
Beberapa mobil terlihat masuk ke halaman parkir sekolah kita, padahal biasanya jarang mobil yang mengantar sampai masuk ke halaman, biasanya mobil pengantar siswa hanya berhenti sampai di pinggir jalan depan sekolah saja. Ketika pintu mobil dibuka, yang keluar bukan siswa berseragam sekolah, tetapi malah siswa-siswa yang memakai baju kebaya.
Ternyata pada hari itu, siswa kelas XII diwisuda. Mereka datang bersama dengan orang tua. Pada hari itu mereka diwajibkan memakai kebaya (bagi siswi), dan batik (bagi siswa). Mereka terlihat senang, ada yang malu –malu dan terlihat kurang percaya diri karena tidak terbiasa mengenakan kebaya, ada juga yang terus-terusan menggandeng orang tuanya.
Mereka kemudian menuju ke arah gapura buatan dan berjalan masuk mengikuti arah karpet merah yang dibentangkan. Sebelum sampai di tengah lapangan sekolah kita dimana acara wisuda akan dilangsungkan, para wisudawan disapa dahulu oleh beberapa perempuan cantik yang mengenakan terusan hitam manis dan beberapa laki-laki yang telah berjas lengkap dengan dasi. Perempuan dan laki-laki ini adalah siswa sekolah kami sendiri yang bertugas sebagai penerima tamu. Mereka bertugas menyalurkan kotak kue kepada para tamu undangan dan menyerahkan kalung kepada para wisudawan.
Tenda sudah didirikan di lapangan sekolah, kursi tamu juga sudah disediakan, panggung lengkap dengan tata cahanya juga sudah dipasang. Acara wisuda pun dimulai pada pukul 08.00 WIB. Acara pertama adalah pertunjukan tari remo tunggal sebagai pembuka. Saat yang paling riuh adalah ketika kepala sekolah serta wakilnya dan delapan wali kelas memasuki lapangan. Para wisudawan bertepunk tangan menyambut wali kelas yang sudah satu tahun membimbing merea. Acara juga diisi dengan penampilan dari grup paduan suara sekolah yang menampilkan beberapa lagu. Acara formal dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah.
Tiba pada puncak acara adalah serah-terima ijazah. Para wisudawan dipanggil ke atas panggung untuk menerima ijazah mereka. Raut muka gembira mereka tidak bisa disembunyikan setiap kali berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Untuk selanjutnya mereka memang akan meninggakan SMA Negeri 6 untuk melangkah menjalani masa depannya masing-masing. Jika mengingat tiga tahun lalu ketika mereka dengan rasa was-was melihat pengumuman penerimaan siwa baru di SMA Negeri 6, dan kemudian rasa was-was itu berubah menjadi kelegaan tersendiri karena mereka telah diterima di SMA Negeri 6 setelah nilai UNAS SMP mereka bersaing memasuki SMA ini. Kini setelah penerimaan itu, mereka harus dilepas lagi. Sebuah pelepasan untuk membuka kelopak-kelopak petualangan baru mereka sebagai seorang mahasiswa. (le2)
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juni 28, 2009
Hari Sabtu, 27 Juni 2009 lalu, bisa jadi hari yang paling terkenang bagi para siswa kelas XII SMAN 6 Surabaya. Karena, hari Sabtu kemarin merupakan hari wisuda mereka setelah dinyatakan lulus 100 %. Acara yang diselenggarakan di lapangan SMAN 6 Surabaya tersebut merupakan hasil kerjasama antara OSIS, para siswa kelas XII, beserta dewan guru.
Wisuda kali itu dapat dikatakan sukses. Meski begitu, berdasarkan wawancara saya dengan Ketua OSIS SMAN 6 Surabaya, Fajar Dzikri, proses persiapan pelaksanaan wisuda tersebut tidak mudah. Persiapannya pun hanya dalam kurang lebih 2 minggu saja.
Dalam mencapai kesepakatan, OSIS, para siswa kelas XII, dan dewan guru mengadakan rapat. Setelah, didapatkan kesepakatan, mereka pun mulai bekerja. Tapi, untuk melakukannya tidak semudah itu. Karena, mereka mengalami kesulitan dalam menggerakan SDM yang mereka miliki. Bagaimana tidak, persiapan wisuda tersebut bertepatan dengan hari free (-bebas pelajaran-), setelah ujian akhir semester selesai dilaksanakan. Alhasil, banyak SDM yang memilih berlibur daripada datang ke sekolah untuk melakukan persiapan wisuda. Kerja pun menjadi terhambat.
Tidak hanya pada awal bekerja, kendala juga muncul pada H -1 acara wisuda. Pemasangan panggung dan lainnya memakan waktu yang sangat lama, karena tenaga kerja yang tersedia hanya 5 orang. Selain itu, pada malamnya, Fajar, mendapat informasi dari anggota J- Club (ekstrakurikuler Jepang), bahwa tim Yosakoi (tarian khas Jepang) mereka tidak dapat tampil pada acara wisuda. Fajar sempat bingung mendapatkan informasi yang mendadak tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk “melompati” jadwal tampilnya Yosakoi.
Begitu banyaknya kendala-kendala yang didapatkan, membuat mereka butuh kerja keras dalam wisuda kali ini. Tapi meski begitu, acara wisuda yang terselenggara tidak mengecewakan. Bahkan, bagi Fajar, acara tergolong lancar dan sesuai jadwal. Acara yang menghabiskan dana ± 20 juta rupiah ini pun dapat selesai dalam waktu sekitar 5 jam saja.
By : Risk
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juni 18, 2009
Peraih peringkat I danem UN IPA 2008/2009
Nama : Iqlimah Nur Rufaidah
Nilai UN : 55,00
Kelas : XII P3
Pesan : “Buat adik kelas, kalau bisa ranking se jatim ya !
Gadis berjilbab inilah yang menjadi peringkat I UN IPA. “Alhamdulillahirobbil alamiin, aku sangat senang. Ini semua berkat Allah, ortu, teman spesial (Rifka, Yona, Meily), dan teman-teman d’banana split”, ungkapnya. Selepas SMA ini, ia berkeinginan untuk masuk UNESA karena doi ngebet ingin jadi dosen matematika. Aminnn…
Peraih peringkat I danem UN IPS 2008/2009
Nama : M.Rizal Rahadi
Nilai UN : 51,20
Kelas : XII S1
Cowok yang populer dengan nama ‘Tejo’ tidak menyangka jika dirinya memperoleh peringkat I UN IPS tahun ini. “Nggak nyangka banget, motivasiku cuma pengen lulus dengan nilai standart aja”, komentar singkatnya. Cowok yang berkacamata ini lagi ngebet masuk Unair jurusan Akuntansi sebab doi demen banget sama matematika. Wish the best 4 U…
(By.fau/nib)
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juni 18, 2009
Berpelukan, menangis haru, tertawa, corat-coret seragam, serasa telah menjadi hal rutin saat momen kelulusan. Tiga kado terindah telah dipersembahkan untuk SMAN 6 tercinta tepat tanggal 15 Juni 2009.
Dra. Endah Herawati Ningsih, M.Pd, selaku wakasek kurikulum SMAN 6 Surabaya, berkomentar banyak mengenai kelulusan kelas XII tahun ini. Beliau menyatakan kegembiraannya dengan merumuskan 3 kesuksesan yang diraih SMAN 6. Diantaranya kelulusan 100 %, peringkat I rata-rata UN IPA se surabaya, dan peringkat II rata-rata UN IPS se surabaya. Tak disangka-sangka, sekolah yang bersebelahan dengan Grahadi ini, mengalahkan SMA-SMA sesurabaya terutama SMA komplek.
“Perasaan saya sangat senang sekali. Ini semua tidak lepas dari kerjasama seluruh warga sekolah yang terlibat antara kepala sekolah, guru, murid, dan staf-stafnya”, ungkap beliau. Beliau juga menaruh setitik pesan untuk siapapun bahwa yang terpenting dari semua ini adalah bagaimana kita bisa memanage kedepannya agar prestasi ini tetap dapat dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.
Ditanya mengenai perbandingan danem tahun ini dengan tahun sebelumnya , beliau tidak banyak berkomentar, sebab beliau baru menjabat jabatan sebagai wakasek kurikulum sejak tahun ini. Tetapi, dilihat dari data-data pemerintah Surabaya yang ada, persen kelulusan tahun ini lebih banyak, walaupun danem tahun ini tidak setinggi danem tahun silam.
By. fau/nib
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 29, 2009
Jumat, 22 Mei 2009 | 13:31 WIBHOUSTON, KOMPAS.com — Para astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) untuk pertama kali minum air hasil daur ulang air seni sendiri.
Para awak menggunakan apa yang disebut Water Recovery System, yaitu alat seharga 250 juta dollar AS. “Kontrol misi NASA memberi air minum dari urine yang telah didaur ulang kepada astronot Ekspedisi 19 di Stasiun Ruang Angkasa Internasional,” bunyi pernyataan NASA, Kamis (21/5).
Komandan Rusia Gennady Padalka, awak Mike Barratt dari Amerika serta Koichi Wakata dari Jepang merayakan keberhasilan uji coba itu dengan meminum bersama-sama air hasil daur ulang itu. “Rasanya luar biasa,” kata Barratt.
ONO
Sumber : AP
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Mei 8, 2009
Rabu, 29 April 2009 | 08:01 WIBWASHINGTON, KOMPAS.com — Satelit Swift milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) merekam obyek tertua dan terjauh yang berhasil terekam sejauh ini. Obyek tersebut berupa ledakan energi dari sebuah bintang yang mati.
Keberadaan obyek tersebut terdeteksi pertama kali pada 23 April lalu. Swift merekam pancaran sinar gamma yang diperkirakan dari ledakan yang menghasilkan radiasi tinggi.
Stasiun Bumi kemudian diarahkan untuk mengamati cahaya pendar di sekitarnya yang terbentuk sebagai hasil radiasi. Ledakan tersebut hanya berlangsung sekitar 10 detik dan terjadi pada 630 juta tahun sejak alam semesta diperkirakan terbentuk.
Hasil perhitungan menunjukkan cahaya pendar yang terekam telah menjelajahi antariksa selama 13,1 miliar tahun cahaya hingga terekam saat ini. Usia obyek tersebut lebih tua dari rekor obyek tertua sebelumnya, 100-200 ratus juta tahun.
Pakar astrofisika NASA, Neil Gehrels, menyatakan, ledakan bintang mati tersebut akan menghasilkan lubang hitam. Umur bintang itu sendiri diperkirakan sejuta tahun dan ukurannya 30 kali Matahari saat meledak.
WAH
Sumber : AP