Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Desember 17, 2008
MAKRISA (Majalah Kreasi Siswa) adalah nama majalah sekolah SMA Negeri 6 Surabaya. MAKRISA juga merupakan sebuah ekskul Jurnalistik dan Fotografi di sekolah ini. Kemudian, MAKRISA memutuskan untuk mengembangkan kreasi menjadi sebuah magazine online, yang fungsinya kurang lebih sama dengan majalah sekolah, yaitu menjadi wadah kreativitas seluruh siswa SMA Negeri 6 Surabaya.
Meskipun MAKRISA online ini masih merupakan salah satu tahap pembelajaran kami, tapi kami yakin bahwa kami sanggup menjadi magazine online yang bermanfaat. Keputusan membuat magazine online ini juga menjadi suatu tantangan baru dan tanggung jawab besar bagi kami. Seperti yang kita tahu, magazine online berbeda dengan majalah sekolah. Pada magazine online, kami dituntut untuk lebih disiplin dan membuat artikel yang lebih bagus lagi. Karena, magazine online ini tentunya harus update dan menarik untuk dilihat dan dibaca oleh masyarakat luas, tidak hanya warga sekolah kami saja.
Tujuan kami ingin menjadi magazine online, yang pertama, adalah tentunya kami ingin mengembangkan kemampuan kami di bidang jurnalistik dan fotografi. Selain itu, kami juga ingin masyarakat luas mengenal MAKRISA dan SMA Negeri 6 Surabaya kepada masyarakat luas dan salah satu cara efektifnya adalah secara online. Kami juga ingin memberikan sarana untuk menyalurkan kreativitas bagi seluruh siswa SMA Negeri 6 Surabaya. Karena majalah sekolah kami hanya terbit setiap 6 bulan sekali. Dengan adanya magazine online ini, tentu para siswa dapat menyalurkan karya-karyanya lebih banyak lagi bukan ?
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Oktober 2, 2009
Mungkin beberapa dari kalian ada yang sudah pernah mendengar isu tentang kiamat yang akan terjadi pada tahun 2012 nanti. Tentu saja, hal ini membuat beberapa orang “merinding”. Seiring dengan berkembangnya isu ini, badan antariksa Amerika Serikat, NASA (National Aeronautics and Space Administration), turut menyampaikan prediksinya.
NASA memprediksi bahwa pada tahun 2011 dan 2012 akan terjadi badai matahari maksimal (Maximum Solar Storm). Badai ini terjadi ketika ada ledakan dahsyat di atmosfer matahari yang kekuatannya mencapai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima !!! Selain itu, badai ini juga bisa terjadi akibat ledakan besar yang membuat beberapa partikel seperti proton dan elektron melontar dengan kecepatan tinggi akibat aktivitas matahari (Corona Mass Ejection). Akibat dari badai proton itu, panas matahari yang diterima bumi akan mencapai 30 % dari kondisi normal. Efek dari bencana ini seperti efek domino, sehingga kecil kemungkinan ada manusia yang sanggup melepaskan diri dari dampaknya.
Daniel Becker, seorang ahli cuaca angkasa, mengatakan bahwa badai matahari yang makin dekat, berpotensi memutus pasokan listrik, sinyal ponsel, dan sistem pasokan listrik. Hal ini juga memungkinkan mengancam ketersediaan pangan, kelancaran transportasi yang menggunakan sistem Global Positioning System, serta semua yang mengandalkan gelombang radio.
Prediksi ini tidak dinyatakan untuk membuat kita “ketakutan”. Hanya saja, kita diharapkan lebih waspada terhadap apapun yang akan terjadi. Memang, kita tidak bisa memastikan 100 % apakah bencana tersebut benar-benar akan terjadi, dan kita juga tidak dapat mengetahui kapan sesungguhnya kiamat akan terjadi. Tapi dengan adanya prediksi semacam ini, setidaknya kita menjadi lebih sadar akan kehidupan. Tidak hanya kehidupan diri kita, tetapi juga kehidupan alam semesta. Sudahkah kita benar-benar berbuat baik pada lingkungan dan diri kita ? Sudahkah kita memanfaatkan keindahan-keindahan yang Tuhan berikan selama di dunia ?
By : Riska Pratiwi
Sumber : Majalah GoGirl! Edisi 54 / Juli 2009
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Agustus 28, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI bidang Luar Negeri, Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Senin (24/8), menyatakan, “pencaplokan” budaya Indonesia untuk tujuan komersial yang dilakukan Malaysia merupakan tindakan menyakitkan dan tidak dapat dibenarkan.
“Apa lagi, Malaysia terus melakukan hal itu berulang-ulang, tanpa rasa bersalah dan tanpa perasaan harga diri,” tandasnya kepada ANTARA. Ia mengatakan itu, menyusul pencantuman sosok gadis sedang membawakan ’tari pendet’ dari Bali di salah satu iklan pariwisata Malaysia yang disiarkan melalui tayangan televisi.
“Seharusnya, Pemerintah Indonesia perlu memberi pelajaran yang tegas kepada Malaysia untuk menghentikan langkah yang tidak terpuji itu,” kata Yusron Ihza Mahendra menegaskan. Dalam kaitan itu, menurut dia, pihak Departemen Luar Negeri (Deplu) serta Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata harus segera bertindak.
“Kedua institusi resmi itu harus berada pada barisan terdepan dalam menghentikan perangai Malaysia yang tidak menyenangkan itu,” tandas doktor ilmu politik jebolan Univesitas Tsukuba, Jepang ini.
Ambil langkah politis
Yusron Ihza Mahendra juga mengusulkan, karena langkah hukum cenderung berliku-liku dan memakan waktu, sebaiknya ambil saja langkah politis. “Ini harus menjadi pilihan. Langkah politis dimaksud dapat merupakan tekanan diplomatik. Sebagai misal, menarik Duta Besar kita dari Malaysia, dan atau meminta Duta Besar Malysia meninggalkan Indonesia,” tegasnya dalam nada tinggi.
Langkah lain, seperti pencabutan konsesi bisnis atau pengurangan kesempatan investasi Malaysia di Indonesia. “Ini tentu dapat pula dipertimbangkan, akan tetapi lebih merupakan prioritas kedua,” katanya menjelaskan. Melihat pengalaman selama ini, lanjutnya, tindakan-tindakan ringan sekedar mengirim nota protes, sudah tidak cukup.
“Karena itu, yang diperlukan sekarang adalah sebuah tindakan tegas yang lebih nyata dan segera,” ujarnya. Ia menilai, sama seperti dalam hal klem atas Blok Ambalat, sebenarnya Malaysia bukan tak menyadari perbuatannya itu tidak benar.
“Akan tetapi sikap Pemerintah Indonesia yang lemah dan kurang tegas telah membuat Malaysia terus melakukan upaya coba-coba. Akibatnya, tiap kali Malaysia melakukan pencaplokan seperti di atas, tiap kali pula masyarakat Indonesia memberikan reaksi yang keras,” ungkapnya.
Karena itu, menurut dia, kini merupakan saatnya bagi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta bertindak tegas dan segera. “Tidak ada lagi yang perlu ditunggu,” tegas Yusron Ihza Mahendra.
Sumber : Antara
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juli 10, 2009
Ada yang berbeda dengan suasana di sekolah kami pada (27/6). Sama sekali tidak ada siswa berseragam sekolah untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang memang sudah dijadwalkan pada hari Sabtu setiap minggunya. Pak Satpam yang setiap harinya mengenakan seragam ketika bertugas pun tampak berbeda, mereka justru mengenakan baju batik. Di pintu gerbang pun juga terdapat gapura buatan yang dililiti dengan bunga-bunga.
Beberapa mobil terlihat masuk ke halaman parkir sekolah kita, padahal biasanya jarang mobil yang mengantar sampai masuk ke halaman, biasanya mobil pengantar siswa hanya berhenti sampai di pinggir jalan depan sekolah saja. Ketika pintu mobil dibuka, yang keluar bukan siswa berseragam sekolah, tetapi malah siswa-siswa yang memakai baju kebaya.
Ternyata pada hari itu, siswa kelas XII diwisuda. Mereka datang bersama dengan orang tua. Pada hari itu mereka diwajibkan memakai kebaya (bagi siswi), dan batik (bagi siswa). Mereka terlihat senang, ada yang malu –malu dan terlihat kurang percaya diri karena tidak terbiasa mengenakan kebaya, ada juga yang terus-terusan menggandeng orang tuanya.
Mereka kemudian menuju ke arah gapura buatan dan berjalan masuk mengikuti arah karpet merah yang dibentangkan. Sebelum sampai di tengah lapangan sekolah kita dimana acara wisuda akan dilangsungkan, para wisudawan disapa dahulu oleh beberapa perempuan cantik yang mengenakan terusan hitam manis dan beberapa laki-laki yang telah berjas lengkap dengan dasi. Perempuan dan laki-laki ini adalah siswa sekolah kami sendiri yang bertugas sebagai penerima tamu. Mereka bertugas menyalurkan kotak kue kepada para tamu undangan dan menyerahkan kalung kepada para wisudawan.
Tenda sudah didirikan di lapangan sekolah, kursi tamu juga sudah disediakan, panggung lengkap dengan tata cahanya juga sudah dipasang. Acara wisuda pun dimulai pada pukul 08.00 WIB. Acara pertama adalah pertunjukan tari remo tunggal sebagai pembuka. Saat yang paling riuh adalah ketika kepala sekolah serta wakilnya dan delapan wali kelas memasuki lapangan. Para wisudawan bertepunk tangan menyambut wali kelas yang sudah satu tahun membimbing merea. Acara juga diisi dengan penampilan dari grup paduan suara sekolah yang menampilkan beberapa lagu. Acara formal dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah.
Tiba pada puncak acara adalah serah-terima ijazah. Para wisudawan dipanggil ke atas panggung untuk menerima ijazah mereka. Raut muka gembira mereka tidak bisa disembunyikan setiap kali berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Untuk selanjutnya mereka memang akan meninggakan SMA Negeri 6 untuk melangkah menjalani masa depannya masing-masing. Jika mengingat tiga tahun lalu ketika mereka dengan rasa was-was melihat pengumuman penerimaan siwa baru di SMA Negeri 6, dan kemudian rasa was-was itu berubah menjadi kelegaan tersendiri karena mereka telah diterima di SMA Negeri 6 setelah nilai UNAS SMP mereka bersaing memasuki SMA ini. Kini setelah penerimaan itu, mereka harus dilepas lagi. Sebuah pelepasan untuk membuka kelopak-kelopak petualangan baru mereka sebagai seorang mahasiswa. (le2)
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juni 28, 2009
Hari Sabtu, 27 Juni 2009 lalu, bisa jadi hari yang paling terkenang bagi para siswa kelas XII SMAN 6 Surabaya. Karena, hari Sabtu kemarin merupakan hari wisuda mereka setelah dinyatakan lulus 100 %. Acara yang diselenggarakan di lapangan SMAN 6 Surabaya tersebut merupakan hasil kerjasama antara OSIS, para siswa kelas XII, beserta dewan guru.
Wisuda kali itu dapat dikatakan sukses. Meski begitu, berdasarkan wawancara saya dengan Ketua OSIS SMAN 6 Surabaya, Fajar Dzikri, proses persiapan pelaksanaan wisuda tersebut tidak mudah. Persiapannya pun hanya dalam kurang lebih 2 minggu saja.
Dalam mencapai kesepakatan, OSIS, para siswa kelas XII, dan dewan guru mengadakan rapat. Setelah, didapatkan kesepakatan, mereka pun mulai bekerja. Tapi, untuk melakukannya tidak semudah itu. Karena, mereka mengalami kesulitan dalam menggerakan SDM yang mereka miliki. Bagaimana tidak, persiapan wisuda tersebut bertepatan dengan hari free (-bebas pelajaran-), setelah ujian akhir semester selesai dilaksanakan. Alhasil, banyak SDM yang memilih berlibur daripada datang ke sekolah untuk melakukan persiapan wisuda. Kerja pun menjadi terhambat.
Tidak hanya pada awal bekerja, kendala juga muncul pada H -1 acara wisuda. Pemasangan panggung dan lainnya memakan waktu yang sangat lama, karena tenaga kerja yang tersedia hanya 5 orang. Selain itu, pada malamnya, Fajar, mendapat informasi dari anggota J- Club (ekstrakurikuler Jepang), bahwa tim Yosakoi (tarian khas Jepang) mereka tidak dapat tampil pada acara wisuda. Fajar sempat bingung mendapatkan informasi yang mendadak tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk “melompati” jadwal tampilnya Yosakoi.
Begitu banyaknya kendala-kendala yang didapatkan, membuat mereka butuh kerja keras dalam wisuda kali ini. Tapi meski begitu, acara wisuda yang terselenggara tidak mengecewakan. Bahkan, bagi Fajar, acara tergolong lancar dan sesuai jadwal. Acara yang menghabiskan dana ± 20 juta rupiah ini pun dapat selesai dalam waktu sekitar 5 jam saja.
By : Risk
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juni 18, 2009
Peraih peringkat I danem UN IPA 2008/2009
Nama : Iqlimah Nur Rufaidah
Nilai UN : 55,00
Kelas : XII P3
Pesan : “Buat adik kelas, kalau bisa ranking se jatim ya !
Gadis berjilbab inilah yang menjadi peringkat I UN IPA. “Alhamdulillahirobbil alamiin, aku sangat senang. Ini semua berkat Allah, ortu, teman spesial (Rifka, Yona, Meily), dan teman-teman d’banana split”, ungkapnya. Selepas SMA ini, ia berkeinginan untuk masuk UNESA karena doi ngebet ingin jadi dosen matematika. Aminnn…
Peraih peringkat I danem UN IPS 2008/2009
Nama : M.Rizal Rahadi
Nilai UN : 51,20
Kelas : XII S1
Cowok yang populer dengan nama ‘Tejo’ tidak menyangka jika dirinya memperoleh peringkat I UN IPS tahun ini. “Nggak nyangka banget, motivasiku cuma pengen lulus dengan nilai standart aja”, komentar singkatnya. Cowok yang berkacamata ini lagi ngebet masuk Unair jurusan Akuntansi sebab doi demen banget sama matematika. Wish the best 4 U…
(By.fau/nib)
Posted by: Majalah Kreasi Siswa SMAN 6 Surabaya on: Juni 18, 2009
Berpelukan, menangis haru, tertawa, corat-coret seragam, serasa telah menjadi hal rutin saat momen kelulusan. Tiga kado terindah telah dipersembahkan untuk SMAN 6 tercinta tepat tanggal 15 Juni 2009.
Dra. Endah Herawati Ningsih, M.Pd, selaku wakasek kurikulum SMAN 6 Surabaya, berkomentar banyak mengenai kelulusan kelas XII tahun ini. Beliau menyatakan kegembiraannya dengan merumuskan 3 kesuksesan yang diraih SMAN 6. Diantaranya kelulusan 100 %, peringkat I rata-rata UN IPA se surabaya, dan peringkat II rata-rata UN IPS se surabaya. Tak disangka-sangka, sekolah yang bersebelahan dengan Grahadi ini, mengalahkan SMA-SMA sesurabaya terutama SMA komplek.
“Perasaan saya sangat senang sekali. Ini semua tidak lepas dari kerjasama seluruh warga sekolah yang terlibat antara kepala sekolah, guru, murid, dan staf-stafnya”, ungkap beliau. Beliau juga menaruh setitik pesan untuk siapapun bahwa yang terpenting dari semua ini adalah bagaimana kita bisa memanage kedepannya agar prestasi ini tetap dapat dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.
Ditanya mengenai perbandingan danem tahun ini dengan tahun sebelumnya , beliau tidak banyak berkomentar, sebab beliau baru menjabat jabatan sebagai wakasek kurikulum sejak tahun ini. Tetapi, dilihat dari data-data pemerintah Surabaya yang ada, persen kelulusan tahun ini lebih banyak, walaupun danem tahun ini tidak setinggi danem tahun silam.
By. fau/nib